Selasa, 01 Agustus 2017

Bintang Polaris

 Di hari pertama Jingga mengenakan seragam putih abu-abu ini, wajahnya justru sendu. Tiba tiba ia teringat dengan Agri, sahabat yang selama 4 tahun ini mewarnai hari harinya. Agri yang kini jauh dari Jingga, pergi mengejar cita-cita di negeri orang. Bagi Jingga berpisah dengan Agri bukanlah sesuatu yang mudah. Seketika memorinya kembali melayang ketika Agri menemuinya untuk terakhir kali sebelum mereka dipisahkan oleh jarak yang tak terhitung jauhnya. Namun bagi Jingga, tetap tak ada yang bisa menggantikan Agri. Seperti bintang polaris di bumi utara, demikian pula keberadaan Agri dihidupnya, selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ini aku Aku jingga. Jingga yang mengambang di tengah samudra Setiap hari menanti sang senja tiba. Entah kapan senja yang tepat akan seti...